Cerpen

Minggu, 10 November 2019 - 04:27 WIB

4 minggu yang lalu

logo

Ilustrasi

Ilustrasi

Menyendiri

*Oleh: Syamsudin Kadir

Mungkin kamu terlalu lama dalam kesendirian. Karenanya kamu terkadang gelisah, putus asa dan berair mata. Bagiku, itu tak mengapa. Sebab itu lebih baik daripada kamu bersama dalam ramai, namun hati kamu tak nyaman. Atau mungkin nurani tergadai. Sungguh, sendiri bukan berarti sepi, sebab sendiri adalah modal besar untuk mengukur diri. Tentang potensi diri kamu, tentang cita-cita kamu, dan tentang mimpi-mimpi indah yang kamu punya.

Menyendiri bukan berarti kamu tak paham atau tak bermanfaat bagi lingkungan sekitar dimana kamu hidup. Justru menyendiri adalah momentum terbaik bagi kamu untuk belajar secara serius bagaimana menjadi pribadi yang kokoh, mandiri dan punya harga diri. Itu lebih baik daripada kamu sibuk bersama dengan yang lain, tapi kamu sejatinya kehilangan jati diri.

Menyendiri adalah momentum untuk mengenal lebih dalam tentang siapa kamu yang sesungguhnya. Tentang apa potensi terbaik kamu, tentang masa depan yang mesti kamu renda, dan mungkin juga tentang cinta yang kadang membuat hati kamu gundah dan gelisah tak menentu. Itu lebih baik daripada kamu terjebak dalam cinta palsu yang justru membuat kamu tak punya masa depan.

Menyendiri adalah kesempatan paling baik agar kamu semakin percaya diri bahwa kamu masih punya masa depan yang lebih cerah. Di sini kamu bisa menyusun langkah bagaimana dan seperti apa seharusnya kamu melakoni kehidupan dalam dinamikanya yang semakin kompleks. Di sini kamu bisa membangun optimisme dan percaya diri bahwa kamu bukan manusia biasa-biasa, karena kamu tercipta oleh Tuhan Yang Maha Kuasa dengan segala potensi yang luar biasa.

Tapi semua itu berawal dari mimpi, atau dream. Kamu sendirilah yang menentukan kamu mesti menjadi apa dan untuk apa, lalu bagaimana semua itu menjadi nyata. Kuncinya adalah pada kekuatan impian atau mimpi yang kamu punya. Di sini kamu butuh perencanaan yang matang. Maka kamu sendiri mesti merencanakan bagaimana kehidupan dan masa depan kamu. “Plan your life, rencanakan kehidupanmu”, begitu nasehat sebagian para motivator.

Jadi, sesepi apapun kamu, semenyendiri apapun kamu, selama kamu masih punya cita-cita atau mimpi, maka kamu sesungguhnya masih punya masa depan. Bahkan kamu sesungguhnya bukan sendiri tanpa siapa-siapa. Karena kamu masih punya orang lain di luar sana yang juga masih punya impian tentang masa depan mereka. Aku yakin, mereka, semuanya, benar-benar punya mimpi dan tentu punya masa depan. Bahkan sangat mungkin, mereka, hingga kini masih menanti kamu. Ya, kamu. (*)

*Penulis buku “Dream, Love and Life”

Artikel ini telah dibaca 108 kali

Baca Lainnya
x